Rabu, 27 Juli 2011

Kewirausahaan Kls XII ( duabelas ) SMK - Mempersiapkan Pendirian Usaha

MEMPERSIAPKAN PENDIRIAN USAHA

A. PERENCANAAN PENDIRIAN USAHA

1. Pokok pikiran mempersiapkan pendirian usaha:
a. Nama Perusahaan f. Patner untuk kerjasama
b. Lokasi Perusahaan g. Personil yang dipercaya
c. Komiditi yang akan diusahakan h. jumlah modal yang dibutuhkan
d. Konsumen yang akan dituju i. Perlatanan yang perlu disediakan
e. Pasar yang akan dituju j. Penyebaran promosi

2. Faktor pendirian usaha :
a. Alam
b. Modal usaha
c. Keterampilan usaha
d. Tenaga Kerja
e. Faktor internal (sumber daya financial, sasaran/tujuan, manajemen usaha dan pemasok )
f. Factor lingkungan eksternal( Kebudayaan, hokum, perekonomian, teknologi, persaingan , permintaan bahan mentah/baku)

Faktor umum pendirian usaha :
a. Personal : Kepribadian wirausaha
b. Sociological ; Hubungan calon wirausaha dengan dukungan keluarga dan teman
c. Enviromental : dukungan lingungan terhadap calon wirausaha akan mempersiapkan pendirian usaha

3. Situasi lingkungan usaha
Situasi lingkungan usaha harus diperhatikan oleh calon wirausaha dalam pendirian usaha;
1. Alam disekitar rempat usha
2. Lingkungan masyarakat (adat-istiadat, kegemaran masyarakat)

Situasi fasilitas usaha yang harus diperhatikan oleh calon wirausaha :
1. Peraturan pemerintah
2. Perkreditan
3. Sarana Usaha
4. Pembinaan Usaha (lembaga-lembaga yang membantu dalam pembinaan usaha)

4. Faktor pertimbangan khusus:
1. Perencanaan pasar : Meneliti kebutuhan yang diinginkan pasar
2. Perencanaan okok usha (perencanaan produksi, keuangan, penjualan)

Proses perencanaan pendirian usaha :
Langkah-langkah:
1. Merumuskan tujuan
2. Mengumpulkan fakta,data, informasi, mengenai kondisi usaaha
3. Mengadakan pembahasan/analisis
4. Merumuskan sasaran usaha
5. Merumuskan berbagai macam alternative
6. Merumuskan rencana strategis
7. Merumuskan rencana taktis pendirian usaha jangka panjang
8. Menyusun anggaran belanja dalam rangka pendirian usaha

5. Kegiatan memulai usaha :
1. Pengamatan pasar ( jenis produk, kapan produk diperlukan, jumlahnya, konsumen)
2. Menentukan jenis usaha ( Jenis yang sesuai dengan kebutuhan pasar)
3. Pengaturan produksi ( Kapan produk diedarkan, menjaga kondisi produk, mengatur jumlah produk)
4. Penentuan harga jual pokok produk ( keuntungan usaha,daya beli konsumen. Harga poko umumnya, komisi agen/penyalur, cara pembayaran )
5. Membuat produk ( Membuat sendiri, mempercayai pembuatan pada orang lain)
6. tempat usaha (letak tempat usaha, tanah tempat usaha)
7. Rencana anggaran pendapatan dan belanja usaha (RAPB)

B. MENGURUS SURAT IZIN USAHA

1. Teknis mengurus surat izin usaha
Surat izin yang diperlukan pada usaha industri seperti:
a. Izin Prinsip (IP) yaitu suatu persetujuan yang dikeluarkan oleh Pemda setempat setelah izin pembebasan tanah dimiliki. Izin pembebasan tanah berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
b. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dikeluarkan oleh Pemda melalui dinas Pengawasan Pembangunan Kota (DPPK).
c. Izin Gangguan dikeluarkan oleh Bagian Undang-Undang Gangguan Pembda setempat).

Syarat penting yang harus dipenuhi oleh calon wirausaha ;
1. Tempat usaha dan pekarangan harus selalu bersih
2. diesel/mesin tidak bising, pondasi bangunan kuat
3. Menyediakan sarana pengaman
4. Buka usaha pada jam tertentu
5. Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

2. Pelaksanaan Iengurusan Izin Usaha
Calon wirausaha harus mengisi formulir yang disediakan oleh pemda stempat yang telah ditunjuk.
Keterangan isian izin formulir :
a. Nama perusahaan g.. Jenis usaha
b. Bentuk usaha h. ketenagakerjaan
c. Nomor Pokok Wajib Pajak(NPWP) i. Golongan usaha
d. Alamt kantor j.. Mesin peralatan usaha
e. Identitas pemilik dan pengurus perusahaan k. Permodalan Usaha
f. Akta Pendirian Usaha

3. Persyaratan perizinan Usaha :
A. SITU (surat Izin Tempat Usaha )
Prosedur pengurusan SITU:
1. Meminta izin para tetangga sekitarnya diketahui oleh RT/RW diteruskan ke Kelurhan dan Kecamatan
2. Surat Izin dari tetangga tersebut dilanjutkan ke Kotamadya untuk memperoleh SITU
3. Membaya Biaya Izin

Syarat-syarat yang tertuang dalam SITU :
a. Keamanan
b. Kesehatan
c. Ketertiban
d. Mengutamakan penerimaan tenaga kerja dari penduduk setempat
B. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan
1. Ketentuan Umum SIUP:
SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh Mentri/pejabat yang dtujukan kepada pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang perdagangan dan jasa . SIUP diberikan kepada Pengusaha Perorangan, firma, CV, PT, Koperasi dan BUMN dan lain-lain.
Perusahaan melakukan kegiatan perdagangan dapat dibedakan :
a. Perusahaan Kecil dengan modal dan kekayaan bersih dibawah Rp 25. 000.000
b. Perusahaan menengah dengan modal dan kekayaan bersih Rp 25.000.000 s/d Rp 100.000.000
c. Perusahaan Besar dengan modal dan kekayaan bersih diatas Rp 100.000.000

2. Kewajiban Pemilik SIUP
1. Melaporkan ke Kanwil Perdagangan yang menerbitkan SIUP
2. Pengusaha wajib memberikan informasi tentang perusahaan
3. Perusahaan wajib membayar uang jaminan dan adm ketentuan yang berlaku

C. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Pihak yang wajib mendapatkan wajib pajak /NPWP :
1. Setiap badan yang menjadi subjek pajak penghasilan (PT,CV, Firma, BUMN/BUMD, Persekutuan/Perorangan,dan lain-lain)
2. Setiap Perorang/Pribadi dengan penghasilan bersih ;
a. Rp 2.880.000/tahun untuk diri wajib pajak
b. Rp 1.440.000/tahun untuk wajib pajak yang telah kawin

3. Mengisi surat pemberitahuan (SPT ) untuk disampaikan ke Dirjen Pajak/Kantor Pelayanan Pajak setempat .
4. Wajib Pajak harus mengambil sendiri SPT yang telah disediakan Dirjend Pajak

D. NRP (Nomor Register Perusahaan) atau Tanda Daftar Perusahaan(TDP)

E. NRB ( Nomor Rekening Bank)


Persyaratan untuk mendapatkan Nomor Rekening Bank ;
1. Foto Copy KTp/SIM
2. Mengisi formulir kartu Contoh Tanda Tangan
Nomor Rekening Bank untuk perusahaan minimal 2 orang (Bendahara/Manajer)

F. AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan )

Adalah Keseljuruhan proses yang meliputi penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan bagi berbagai usaha :
Dampak Penting :
1. Jumlah manusia yang akan kena dampak
2. Luas wilayah persebaran Dampak
3. lama Dampak berlangsung
4. Intetesitas Dampak
5. Banyak komponen lingkungan yang kena dampak
6. Sifat komulatif dampak
7. Berbalik dampak /tidak berbalik


PERMODALAN USAHA

A. MASALAH PERMODALAN USAHA

1. Pengertian dan Penggunaan modal usaha

Modal usaha adalah : Kolektivitas dari barang-barang yang masih ada dalam proses produksi . barang-barang modal merupakan semua barang yang ada di dalam rumah tangga perusahaan yang berfungsi secara produktif untuk membentuk pendapatan.

Dampak usaha yang kekurangan modal ;
1. Kekurangan biaya untuk penelitian padsar, mem[produksi barang, dll
2. Kurangnya dan untuk pembalian mesin-mesin produksi
3. Kurangnya untuk promosi
4. Kekurangan untuk biaya ekstensifikasi
5. Kekurangan spartarts modal mesin-mesin produksi

Masalah permodalan akan menyangkut keseimbangan di dalam modal usaha yang meliputi :
1. Keseimbangan modal Intern(Keseimbangan antar modal yang ditarik dengan yang tersedia di dalam perusahaan)
2. Keseimbangan modal ekstern (keseimbangan modal yang dibutuhkan dengan modal yang tersedia pada masyarakat)
3. Keseimbangan modal kuantitatif( Keseimbangan modal yang dibutuhkan di satu pihak dengan jumlah yang akan ditarik)

Untuk mendapatkan perambahan modal dapat dilakukan dengan pengajuan pinjaman ke Bank , namun sebelumnya bank akan meninjau pihak perusahaan yang akan mengajukan pinjaman dengan memperhatikan :
1. Solvabilitas yaitu Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban apabila dibubarkan
2. Likuiditas adalah Kemampuan perusahaan untuk membaya utang-utang yang telah jatuh tempo
3. Rehabilitas adalah Kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan

2. Penggolongan Modal

a. Modal Sendiri dan Modal Pinjaman
b. Harta tetap dan harta lancar
1. Harta tetap adalah Barang yang dibeli berniali tinggi dan tidak bergerak (tanah, bangunan mesin-mesin dan lain-lain)
2. harta Lancar ( Uang tunai, piutangan/tagihan, persediaan barang jadi, setengah jadi, mentah)

c Modal aktif dan modal pasif
1. Modal aktif adalah modal yang berbentuk aktiva/harta yang menunjukan
bentuk modal usaha yang ditanamkan di perusahaan
modal aktif dapat dibagi berdasarkan masa pakainya ;

a. Modal lancar adalah keseluruhan harta perusahaan yang masa pakainya atau pen ggunaannya kurang dari setahun. Contoh kas, barang, wesel suratberharga, dll.
b. Modal tetap adalah keseluruhan harta perusahaan yang masa pakai atau penggunaannya lebih dari satu tahun . Contoh harta berwujud tanah, bangunan, dll harta yang tidak berwujud seperti hak cipta, hak paten dll)
Berdasarkan wujudnya ;
1. Modal barang (modal berupa aktiva berwujud )
2. Modal tunai ( modal berbentuk uang tunai )

3. Modal Pasif adalah modal yang menunjukan dari mana asalnya dan merupakan suatu jumlah yang abstrak. Modal pasif dapat dibedakan :

1. Modal Pasif atas dasar sumbernya (modal sendiri dan modal asing0
2. Modal pasif atas dasar lama penggunaannya (modal jangka pendek dan modal jangka panjang )

3. Manfaat dan cara Menyimpan Modal Usaha :

Cara melaksanakan simpanan modala usha :
a. Simpanan dapat dilakukan dari keuntungan bersih (netto) pendapatan usaha.
b. Simpanan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif
c. Simpanan dapat dilakukan tanpa pengorbanan usaha
d. Simpanan dapat dilakukan dengan hasrat yang baik karena ada masalah dalam permodalan usaha

Manfaat simpanan modal bagi wirausaha :
1. Sebagai cadangan perbaikan usaha perusahaan
2. Sebagai cadangan stabilitas perusahaan
3. Sebagai cadangan untuk ekspansi perusahaan


B. Peminjaman Modal usaha Tambahan

1. Tujuan Peminjaman dan cara penataan Perusahaan
a. Secara Umum
1. Menguasai tatalaksana usaha secara umum
2. Menguasai dan menerapkan manajemen usaha
3. Menguasai pengurusan dan penggunaan keuangan usaha
4. Menguasai cara memproduksi barang
5. Menguasai cara pemasarandan penjualan barang
b. Secara Khusus ;
Penataan perusahaan secara khusus adalah dengan membina dan memupuk hubungan baik dengan lembag-lembaga keuangan.

Tujuan tambahan permodalan perusahaan :
a. Meningkatkan keuntungan usaha
b. Menambah modal usaha
c. Memperluas dan mengembangkan usaha

2. Permodalan Pinjaman Modal Usaha
Pihak perbankan akan melihat kondisi keuangan perusahaan dan mempertimbangkan untuk diberikan pinjaman, dan bank selalu melihat dari sudut likuiditasnya. Likuiditas adalah kemampuan perushaan untuk memnuhi kewajiban membayar kembali pinjaman tepat waktu.

3. Cara memohon pinjaman modal usaha
a. Diajukan langsung kepada Kantor Cabang Bank Pelaksana
b. Mengisi dafta isin yang telah diseduakan Bank tersebut
c. Memberikan keterangan lengkap dan benar tentang perusahaan

Persyaratan yang ditetapkan pihak bank yang harus dipenuhi wirausaha :
1. Pemohon adalah pengusaha yang memiliki atau sedang mengajukan surat izin usaha
2. Pinjaman tersebut benar-benar digunakan untukkegiatan usaha
3. Peminjam harus melengkapi persy aratan yang ditentukan bank


PENGAJUAN KREDIT USAHA

A. Kredit Investasi

1. Pengertian, tujuan dan Fungsi Kredit

Kredit adalah pemberian prestasi dari satu pihak kepihak lain yang akan dikembalikan lagi pada suatu masa tertentu dengan suatu kontraprestasi berupa bunga.
Pemberi kredit (kreditur) dan penerima kredit (debitur)

a. Pengertian dan tujuan Kredit Investasi
Kredit investasi adalah Kredit yang diberikan oleh bank untuk keperluan pertambahan modal, guna mengadadkan rehabilitasi, dan mendirikan suatu proyek baru.

Ciri-ciri kredit investasi:
1. Mempunyai perencanaan yang terarah dan matang
2. Waktu penyelesaian kredit berjangka menegah dan panjang
3. Di[erlukan untuk penanaman modal

b. Cash flow adalah
Perputaran keuangan perusahaan yang mencakup segala komponen, biaya dan pendapatan.

Tujuan Kredit :
1. Untuk memperoleh keuntungan
2. Untukmmemperoleh keuntungan keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan oleh bank

2. Fungsi Kredit Investasi

1. Untuk meningkatkan daya guna dari modal/uang
2. Untuk menstabilkan perekonomian
3. Untuk menimbulkan kegairahan dalam berusaha atau berisnis
4. Untuk meningkatkan peredaran dan lalulintas uang
5. Untuk meningkatkan dayaguna suatu barang

3. Unsur-unsur Kredit

a. Kepercayaan
b. Waktu
c. Degree of Risk / tingkat risiko
d. Prestasi

4. Persyaratan memperoleh Kredit

a. Persyaratan memperoleh kredit pada umumnya
1. Kejujuran dan itikat baik nasabah
2. Permodalan
3. Kemampuan
4. Jaminan

b. Persyatan memperoleh kredit invdestasi kecil dan kredit modal kerja permanent
Kredit Investasi Kecil (KIK) adalah
Kredit jangka menengah dan panjang yang diberikan kepada wirausaha pribumi golongan ekonomi lemah untuk membiayai barang modal,rehabilitasi modernisasi, perluasan usaha dan ;proyek baru.


Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP) adalah
Kredit yang diberikan kepada para wirausaha atau para pengusaha pribumi ekonomi lemah untuk membiayai barang-barang modal dan keperluan modal kerja.

Persyaratan KIK dan KMKP :
1. Pengusaha pribumi
2. Pengusaha atau perusahaan ekonomi lemah
3. Mempunyai usaha yang jelas
4. Ada izin usaha atau sedang penyelesaian
5. tidak sedang menerima kredit dari bank lain
6. tidak termasuk daftar hitam atau daftar kredit rangkap

5. Pemberian Kredit

Untuk pemberian kredit biasanya ada beberapa formulasi yang lazim digunakan bank (P4) ;
a. Personality tentang data kepribadian peminjam seperti riwayat hidup, keluarga
b. Purpose tentang tujuan penggunaan kredit
c. Prospec tentang harapan masa depan dari usah atau bisnis
d. Payment tentang bagaimana pembayaran pengembalian pinjaman

B. Kredit Modal Kerja

1. Pengertian dan Kegunaan Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja disebut juga kredit produksi atau eksploitasi karena digunakan untuk membiayai eksploitasi perusahaan seperti pembelian bahan baku dan biaya produksi.

2. Pengelolaan Kredit Modal Kerja

Modal Kerja adalah Jumlah uang yang tergabung kedlam aktiva lancar
perusahaan , aktiva lancar adalah harta perusahaan dalam jangka paling lama satu
tahun dan dapat dicairkan menjadi uang kas.

3. Pengaturan Kredit Modal Kerja

a. Modal kerja selalu dibutuhkan selama usaha perusahaan masih beroperasi
b. Kredit modal kerja merupakan alat untuk mengukur likuiditas usaha perushaan
c. Modal sebagai sarana penyusunan rencana usaha

4. Perputaran Modal Kerja

Unsur-unsur modal kerja :
1. uang kas
2. surat-surat berharga
3. Piutang-piutang dagang
4. Persediaan barang dagangan

5. Besarnya kebutuhan kredit Modal Kerja

a. Periode terikatnya modal kerja
b. Pengeluaran kas rata-rata setiap hari




C. Prosedur Mendapatkan Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja

1. Cara memohon kredit investasi dan kredit modal kerja

a. Diajukan kepada Kantor Cabang Bank Pelaksana
b. Mengisi daftar isian
c. Memeberikan keterangan lengkap tentang perusahaan

2. Dokumen-dokumen Permohonan Kredit

a. Akte Pendirian Perusahaan
b. Kartu Tanda Penduduk
c. SITU,SIUP, dan AMDAL
d. Neraca dalam perincian rugi laba
e. NPWP
f. Proposal Usaha

3. Praktek Lapangan

1. Penelitian Pendahuluan yaitu penelitian kelengkapan permohonannkredit dan keberadaan nasabah
2. Wawancara
3. Pemeriksaan ke tempat usaha
4. Meminta informasi mengenai pemohon kredit dari bank lain
5. Penilaian/analisis permohonan kredit
a. Penilaian untuk menghadapi risiko kredit :
1. Watak (character)
2. Kemampuan (capacity)
3. Modal (capital)
4. Kondisi usaha
5. Jaminan (collateral)

b. Analisis Permohonan kredit
1. Aspek Umum (izin, pemilik modal, pengalaman usaha, informasi pihak ketiga )
2. aspek manajemen ( Pengurus, Jumlah personalia, jabatan rangkap diluar perusahaan , kerapian adm, kebenaran data yang disampaikan)
3. Aspek pemasaran ( Jenis barang, saluran distribusi, posisi pemohon terhadap perantara, Cara pembayaran, rata-rta penjualan, rencana penjualan,dll)
4. Aspek teknik dan produksi pembelian
5. Aspek Keuangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar