Rabu, 27 Juli 2011

Kewirausahaan Kls XI ( sebelas ) SMK - Peluang dan Resiko Usaha Part 1

PELUANG DAN RISIKO USAHA


Keberhasilan suatu usaha tergantung sebagaian besar dari karakteristik pribadi, keterampilan, dan keadaan keuangan pemilik usaha yang bersangkutan. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memulai suatu usaha, Kita harus berpikir dan menilai secara jujur diri sendiri apakah Kita adalah orang yang tepat untuk memulai suatu usaha.
Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok untuk mendapatkan penghasilan dengan tujuan memperoleh keuntungan. Suatu usaha memproduksi atau membeli barang atau jasa yang dijual kepada pelanggan.
Setiap wirausahawan sebenarnya mempunyai peluang ( opportunity ) untuk maju. Peluang usaha dapar dicari di segala jenis usaha yang wirausahawan inginkan yang dapat menguntungkan. Pembangunan di Indonesia terus berjalan dan berkembang dengan pesatnya. Dengan mempelajari kehidupan masyarakat yang sudah maju, wirausahawan harus mencari kesempatan kira-kira usaha yang baik dan cocok, serta memberi peluang yang menguntungkan.
Usaha yang memberi peluang untuk maju dan menguntungkan adalah usaha yang mampu meraih keuntungan dengan cara menciptakan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen.
Dengan tersedianya informasi ekstern dan intern, maka wirausahawan dapat mengetahui :
 dimana ada peluang ( opportunity )
 apa saja yang mengancam usaha ( threat ).
 adakah kekuatan ( strenght ) yang dapat mendukung usaha mencapai sasaran.
 apakah kelemahan ( weakness ) yang membatasi atau menghambat kemampuan
 mencapai sasaran.

Paul Charlap mengemukakan sebuah rumusan yang mencakup 4 ( empat ) unsur yang harus dimiliki seorang wirausahawan agar mencapai sukses dalam pekerjaan yaitu :
 Work hard ( kerja keras )
 Work smart ( kerja cerdas )
 Enthusiasm ( kegairahan )
 Service ( pelayanan )
Bagi seorang wirausahawan, pengenalan diri merupakan modal awal untuk dapat mengenali lingungan, mengindera peluang usaha, dan mengerahkan sumber daya guna meraih peluang ussaha tersebut, dalam batas resiko yang tertanggungkan untuk menikmati nilai tambah. Seorang wirausahawan harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat mengarahkan dirinya guna memperoleh peluang usaha, menyusun konsep usaha, merencanakan masuk pasar, beroperasi, dan mengembangkan diri. Pada prinsipnya, pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari berbagai nara sumber maupun secara empiris mengindera kenyataan. Namun sangat diperlukan teknik-teknik tertentu, supaya berhasil mengumpulkan informasi secara efektif dan efisien.
Suatu usaha yang berhasil dimulai dengan konsep atau gagasan yang baik. Konsep usaha yang baik sangat penting untuk menghindari kekecewaan di kemudian hari dan kerugian uang.

Ada banyak jenis usaha, tetapi pada umumnya dapat dikelompokan sebagai berikut:
o Perusahaan dagang : Usaha ini membeli barang dari pedagang grosir atau pabrik, dan menjual barang tersebut kepada pelanggan dan perusahaan lain. Pedagang Eceran membeli barang dari pedagang grosir atau pabrik dan menjualnya kepada pelanggan. Pada umumnya, semua toko adalah pedagang eceran. Pedagang Grosir membeli barang dari pabrik dan menjualnya kepada pedagang eceran.
o Perusahan manufaktur : Usaha ini bergerak dalam pembuatan barang. Apabila Kita berpikir untuk menjalankan usaha pembuatan batu bata, mebel, kosmetik, atau jenis produk lainnya, maka Kita akan mempunyai usaha manufaktur.
o Perusahaan Jasa : Usaha ini tidak menjual atau membuat barang. Usaha layanan jasa memberikan nasehat ahli atau menyediakan tenaga kerja.
Contohnya, adalah mekanik bengkel, tukang listrik, tukang kayu, pelayanan jasa kebersihan, jasa komputer, jasa konsultan dan sebagainya.
o Usaha di bidang pertanian atau kehutanan : usaha ini memproduksi sesuatu yang berasal dari tanah. Petani atau penangkap ikan termasuk dalam usaha pertanian. Tidak tergantung apa yang tumbuh dari tanah atau binatang yang dipelihara; bisa jadi itu persawahan ataupun peternakan unggas.

Usaha dalam Bidang Perdagangan :
 Tempat dan penampilan usahanya bagus.
 Pendekatan penjualnya bagus
 Barang-barang yang ditawarkan banyak
 Harga barang yang layak
 Persediaan barang dapat diandalkan
 Menghormati pelanggan

Usaha dalam Bidang Jasa
 Jasa yang diberikan tepat waktu
 Jasa yang diberikan mempunyai kualitas yang dapat diandalkan
 Lokassinya cocok
 Pelanggannya puas
 Kesetiaan pelanggannya bagus
 Biaya wajar
 Menyediakan pelayanan purna jual

Usaha dalam Bidang Manufaktur :
 Produksinya efesien
 Tata letak pabriknya bagus
 Pasokan bahan-bahan bakunya efektif
 Produktivitasnya tinggi
 Produknya berkualitas tinggi
 Jumlah bahan yang terbuang sedikit

Usaha dalam Bidang Pertanian dan Kehutanan
 Penggunaan tanah efektif
 Penggunaan tanah tidak berlebihan
 Menjual produk yang segaar
 Biaya produksinya rendah
 Mengganti sumber daya alam yang telah digunakan
 Transportasi ke pasarnya mudah
 Menghargai lingkungan

Seorang calon wirausha jika sudah mempunyai kemampuan komunikasi tentu akan mudah untuk mengumpulkan informasi dalam rangka mencari peluang kerja usaha.
Seorang yang mempunyai kemampuan profesional akan lebih mudah untuk mencari peluang usaha. Tetapi yang belum berpengalaman tidak perlu kecil hati karena peluang usaha bisa di dapat dari media masa, media cetak, dan media elektronik ( seperti, televisi, radio, internet ).
Tidak ada satupun usaha yang mutlak aman. Usaha Kitapun mempunyai resiko kegagalan. Oleh karena itu, Kita harus bersedia untuk mengambil resiko, tetapi Kita tidak boleh mengambil resiko bodoh. Resiko apa yang kemungkinan akan Kita tanggung, dan resiko apa yang sebaiknya Kita ambil hendaknya dipikirkan masak-masak.


2. Faktor-faktor Keberhasilan dan Kegagalan usaha.

Secara umum hampir semua wirausahawan yang berhasil mempunyai serangkaian
karakteristik yang membedakan dari pengusaha lain, mereka senang mengambil resiko, pekerja keras, dan menghargai komitmen waktu.
Karakteristik wirausahawan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha, para pemilik usaha yang berhasil bukan karena faktor keberuntungan saja tetapi mereka berhasil karena mau bekerja keras dan terampil menjalankan usahanya sehubungan dengan itu ada beberapa faktor untuk menetapkan bagaimana usaha itu dapat berhasil.

 Komitmen : Untuk berhasil dalam suatu usaha, diperlukan komitmen, dalam hal ini adalah komitmen waktu, artinya kita harus bersedia untuk bekerja dengan jam kerja yang panjang.
 Motivasi : Keberhasilan usaha mungkin tercapai apabila Kita betul-betul ingin menjadi pengusaha.
 Kejujuran : Kita harus menjaga nama baik agar tidak kehilangan reputasi.
 Kesehatan : Kekhawatiran yang berlebihan terhadap usaha akan menimbulkan stressehingga kesehatan menurun.
 Mengambil resiko : Tidak ada satupun usaha yang mutlak aman. Usahapun mempunyai resiko kegagalan. Oleh karena itu, Kita harus bersedia untuk mengambil resiko, tertapi kita tidak boleh mengambil resiko bodoh. Resiko apa yang kemungkinan akan kita tanggung, dan resiko apa yang sebaiknya Kita ambil hendaknya dipikirkan masak-masak.
 Membuat keputusan : Membuat keputusan yang sulit yang dapat mempengaruhi usaha. Hal itu sangatlah penting dan harus dipikirkan secara serius
 Keadaan keluarga ; Menjalankan usaha banyak menyita waktu. Oleh karena itu perlu dukungan dari keluarga sangatlah penting,
 Keterampilan mengelola usaha : Keterampilan dalan bidang penjualan adalah yang paling penting, tetapi keterampilan dalam bidang lain juga diperlukan, misalnya keterampilan dalam pengelolaan biaya dan pembukuan.
 Keterampilan teknis : adalah keterampilan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa. Keterampilan ini tergantung dari jenis usdaha yang direncanakan untuk dimulai
 Pengetahuan tentang jenis usaha : Dengan pengetahuan kemungkinan besar usaha akan berhasil.

Menjalankan suatu usaha dapat sangat menegangkan. Oleh karenanya, Kita perlu mempertimbangkan tantangan menakutkan yang akan Kita hadapi. Karena suatu usaha dapat gagal dan pemiliknya akan kehilangan uang. Kegagalan suatu usaha antara lain disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut ;

 Diabaikan oleh pemilik ; Pemilik gagal dalam menjalankan usaha dan membiarkan segala sesuatunya terjadi tanpa mengambil tindakan yang positif.
 Kecurangan dan Pencurian ; Karyawan mencuri uang atau barang perusahaan.
 Kurang keterampilan dan keahlian ; Tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola uang, orang, mesin, persediaan barang, dan pelanggan.
 Pengalaman yang tidak seimbang : Berpengalaman dalam bidang penjualan tetapi tidak berpengalaman dalam bidang pembelian, berpengalaman dalam bidang keuangan tetapi tidak berpengalaman dalam bidang produksi atau penjualan.
 Masalah pemasaran : Tidak dapat menarik cukup banyak pelanggan karena kurang iklan, barang-barang yang berkualitas rendah, jasa pelayanan yang buruk, dan tata letaknya tidak menarik.
 Kebijakan pembayaran barang secara kredit dan pengawasan uang yang kurang baik : Memperbolehkan pembelian barang secara kredit oleh pelanggan tanpa meneliti kemampuan pelanggan untuk membayar dan tidak mempunyai kebijakan panagihan yang baik.
 Pengeluaran biaya yang tinggi : Tidak dapat mengendalikan pengeluaran, misalnya biaya untuk perjalanan, menjamu / menghibur rekanan, ruangan , listrk, atau telepon.
 Terlalu banyak aset : Terlalu banyak persediaan barang, peralatan, dan kendaraan tetapi kurang cukupnya biaya operasional harian.
 Pengawasan persediaan barang yang buruk : Terlalu banyak persediaan barang, misalnya banyak persediaan barang yang tidak dapat dijual atau ditunjukkan kepada pelanggan.
 Lokasi Usaha : Usaha terletak disuatu jalan belakang ddan sulit ditemukan atau letak terlalu jauh dari pelanggan; dan
 Bencana : Kehilangan barang berharga karena bencana, misalnya gempa bumi, kebakaran, banjir atau bencana lainnya, dan pimpinan tidak mengasuransikan usahanya

Semua masalah tersebut diatas dapat dipecahkan atau setidak-tidaknya dapat dikurangi dengan mengikuti pelatihan dan / atau mendapat pengalaman yang efektif.

Rangkuman

Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok untuk mendapatkan penghasilan dengan tujuan memperoleh keuntungan.
4 ( empat ) unsur yang harus dimiliki seorang wirausahawan agar mencapai sukses dalam pekerjaan yaitu :
 Work hard ( kerja keras )
 Work smart ( kerja cerdas )
 Enthusiasm ( kegairahan )
 Service ( pelayanan )
Beberapa faktor untuk menetapkan agar usaha itu berhasil : komitmen, motivasi, kejujuran, kesehatan, mengambil resiko, membuat keputusan, keadaan keluarga, ketrampilan mengelola usaha, ketrampilan teknis dan pengetahuan tentang jenis usaha.
Adapun hal-hal yang menyebabkan kegagalan suatu usaha antara lain : diabaikan oleh pemilik, kecurangan dan pencurian kurang ketrampilan dan keahlian, pengalaman yang tidak seimbang, masalah pemasaran, pengeluaran biaya yang tinggi, terlalu banyak aset, pengawasan persediaan yang kurang baik (buruk), lokasi usaha serta bencana.


Kegiatan Belajar 2

Uraian Materi :
1. Tujuan dan Sasaran Usaha

A. Tujuan usaha
Tujuan usaha merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Tujuan usaha adalah target yang bersifat kuantitatif dan pencapaian target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Tujuan usaha pada dasarnya untuk jangka panjang, denghan tugas yang harus diselesaikan selama waktu itu, dan akan mengarahkan kinerja perusahaan.
Karena pentingnya konsistensi terhadap tujuan, maka perumusan visi dan misi perusahaan harus dilakukan dengan serius. Visi dan misi perusahaan harus dirumuskan sependek mungkin dengan spesifikasi yang jelas, sehingga setiap orang akan selalu mengingatnya.
Karena selalu ingat terhadap perusahaannya, maka segala kegiatan selalu terorientasi kepada tujuan. Seorang wirausahawan harus dapat memecah tujuan utama perusahaannya, menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Seorang wirausahawan harus dapat mewujudkan tujuan perusahaannya, sedikit demi sedikit, dan tetap mempunyai fokus pada tujuan utama.
Secara lebih rinci, seorang wirausahawan menetapkan tujuan perusahaan di dalam perencanaan usahanya sebagai berikut ;
 Untuk mencapai keberhasilan di dalam usaha
 Mengatur dan membentuk kerja sama dengan perusahaan lain.
 Berguna untuk melakukan merger dengan perusahaan lain.
 Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk jerja sama.
 Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagia personil yang ada di dalam perusahaan.

Kesimpulannya, tujuan perusahaan merupakan penjabaran visi misi, dan tujuan perusahaan yang tidak realistis, sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dapat dicapai.

B. Sasaran Usaha.
Untuk merealisasikan ide usaha atau perencanaan perusdahaan, diperlukan konsep usaha dan sasaran-sasaran usaha yang akan dicapai. Penentuan sasaran dan strategi yang dilakukan seorang wirausahawan selalu memperhatikan kebutuhan fungsional, kemampuan, kesempatan, dan sebagainya. Secara konvensional, sasaran perusahaan harus didahului oleh adanya analisis mengenai kekuatan ( strenght ), kelemahan ( weakness ), peluang ( opportunity ), dan ancaman ( threat ) yang dihadapinya.
Sedangkan yang dimaksud dengan sasaran perusahaan adalah penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dihasilkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Agar sasaran dapat dicapai dengan efektif dan efesien maka sasaran perusahaan harus dibuat secara spesifik, terukur, jelas kriterianya, dan disertai indikator-indikator yang lebih rinci. Sasaran perusahaan mungkin dapat dirumuskan untuk mencapai pertumbuhan pelan-pelan ataukah pertumbuhan yang cepat untuk keuntungan sesaat.
Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha, sebaiknya perusahaan memilih hal-hal sebagai berikut :

 Kemampuan menghasilkan laba
Laba bersih yang akan dicapai setelah biaya-biaya dan pajak, harus tumbuh melebihi indeks biaya hidup. Kalau tidak demikian, maka wirausahawan akan ketinggalan dalam usahanya.

 Kedudukan pasar
Apa yang diinginkan perusahaan mengenai kedudukan dipasar ? Apa perusahaan
ingin menjadi salah satu perusahaan yang besar ? Apa perusahaan ingin menjadi
pengikut saja dengan pangsa pasar minoritas ?

 Sumber daya manusia
Apakah sikap pengetahuan dan keterampilan wirausahawan akan ditingkatkan sesuai tuntutan zaman ?

 Pengembangan usaha
Seorang wirausahawan yang mengelola usahanya, perlu meningkatkan ;
 Penjualan
 Penetrasi pasar
 Laba
 Aset
 Unit usaha
 Organisasi kerja

 Sumber daya keuangan
Tingkat efesiensi mana yang akan dicapai ? Margin bersih berapa yang diinginkan ? Laba investasi berapa yang diharapkan / Berapa dana yang dibutuhkan dalam investasi ? Berapa dana yang dibutuhkan dalam operasi usaha ?

 Sarana kerja
Sarana kerja, semakin lama dipakai akan semakin rusak dan usang. Dalam hal ini, apakah sarana harus diganti ? apakah sarana perlu diperbaiki ?

 Tanggung jawab sosial
Apakah berwirausaha itu semata-mata demi mencari keuntungan ? Apakah seorang wirausahawan ingin diterima oleh masyarakat sekitarnya ?
Selanjutnya seorang wirausahawan di dalam merencanakan usaha yang akan dibuatnya harus didahului oleh analisis SWOT, yaitu mengenai kekutan ( strenght ), kelemahan ( weakness ),peluang ( opportunity ), dan ancaman atau bahayanya (threat), yang akan dihadapi oleh perusahaan.


Analisis SWOT adalah salah satu cara untuk menguji gagasan usaha, sepertihal berikut ini :
 Kekuatan adalah hal-hal yang mempunyai pengaruh positif terhadap usaha. Misalnya, Kita mempunyai produk yang lebih baik dari produk pesaing, lokasi kita lebih baik atau karyawannya lebih terampil.
 Kelemahan (weakness) adalah hal-hal yang tidak baik didalam usaha. Misalnya, harga produk kita lebih mahal dari harga produk pesaing, kita tidak mempunyai cukup uang untuk memasang iklan sebanyak yang kita inginkan ataui kita tidak dapat menawarkan pelbagai pelayanan yang sama dengan para pesaing.
 Kesempatan ( opportunity ) adalah hal-hal yang ada di masyarakat sekitar kita,yang mempunyai pengaruh yang positif terhadap usaha kita. Misalnya, produkanda menjadi lebih terkenal, tidak ada toko yang lebih baik di sekitar usaha kita, atau jumlah pelanggan yang potensial akan meningkat karena banyak usaha baru yang pindah yang pindah ke daerah kita.
 Ancaman ( threat ) adalah hal-hal yang ada di masyarakat di sekitar kita, yang mempunyai pengaruh negatif terhadap usaha kita. Misalnya, adanya perusahaan lain di sekitar kita yang membut produk yang sama dengan produk kita, pajak penjualan naik sehingga mengkibatkan harga produk kita akan naik atau kita tidak tahu berapa lama produk kita akan tetap terkenal di pasaran.
Apabila kita telah mengerjakan analisa SWOT maka kita akan mampu mengevaluasi
gagasan usaha dan memutuskan untuk memulai usaha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar